Profil Desa

Administrator 29 Juli 2013 16:46:44 WIB

PENDAHULUAN

 

 

1.1                      Latar Belakang

 

Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka setiap desa diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Selain itu, penyusunan RPJMDes perlu dilakukan sebagai langkah maju untuk menyediakan suatu perencanaan pembangunan yang lebih lengkap dan berorientasi pada pemecahan masalah serta pemenuhan prioritas kebutuhan

Desa Lubuk Bayas selama bertahun-tahun sebelumnya telah membuat rencana pembangunan tahunan, namun proses penyusunannya belum melibatkan pemangku kepentingan desa secara luas. Dengan kata lain, harus diakui bahwa pada waktu-waktu sebelumnya proses penyusunan rencana pembangunan desa belum pada waktu-waktu unsur desa yang ada, sehingga masalah-masalaha yang ditangani sering kali tidak menyentuh kebutuhan lapisan masyarakat terbawah. Selain itu, dalam merumuskan perencanaan pembangunan desa kurang visioner, artinya hanya demi kepentingan jangka pendek, sehingga upaya-upaya untuk meraih cita-cita masa depan kurang terarah.

Belajar dari pengalaman masa lalu, maka pemerintah desa bersama-sama warga masyarakat bertekat untuk menyusun suatu perencanaan pembangunan desa yang parisipatif dan berkelanjutan. Bentuk perencanaan pembangunan desa yang dimaksud adalah RPJMDes yang berlaku untuk jangka waktu 6 tahunan. Proses penyusunannya lebih mengedepankan pelibatan segenap unsur/ elemen desa melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

 

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud disusunnya RPJMDes adalah sebagai pedoman bagi setiap aparat pemerintah desa dan lembaga-lembaga kemasyarakatan desa dalam menyusun sasaran, program dan kegiatan pembangunan dalam upaya mencapai visi, misi dan tujuan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Secara mendasar tujuan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) adalah untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan di desanya. Ketika partisipasi itu rnuncul maka akan melahirkan rasa memiliki dari masyarakat terhadap hasil pembangunan di desanya, sehingga secara umum masyarakat akan turut bertanggungjawab terhadap hasil-hasil pembangunan. Dengan kata lain, masyarakat akan selalu menjaga, merawat dan melestarikan keberadaannya.

Keberadaan RPJMDes dapat digunakan sebagai gambaran kongkrit tentang program-program yang akan dilaksanakan dalam jangka menengah (6 tahun), sehingga dapat dijadikan arahan bagi desa untuk menentukan prioritas terpenting dari

pembangunannya. Dengan adanya RPJMDes proses pembangunan di desa tepat sasaran dan tidak salah perencanaan dan selalu berkesinambungan.

Disamping sebagai arah bagi pembangunan desa, dokumen RPJMDes dapat juga digunakan sebagai alat dan sarana pengendalian bagi pelaksanaan pembangunan yang ada di desa. Masyarakat dapat memanfaatkan dokumen RPJMDes tersebut untuk mengetahui program pembangunan desa dan untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Desa. Dengan demikian fungsi kontrol masyarakat dapat tumbuh dengan baik, sehingga kelemahan-kelemahan yang dialami oleh aparat desa sedini mungkin dapat terdeteksi dan terselesaikan.

 

 

1.3  Landasan Hukum

Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Desa Lubuk Bayas didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:

a.  Undang-Undang  Desa Nomor  : 6 Tahun 2014

b.  Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

c.   Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

d.   Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa

e.  Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor  37  Tahun   2007   tentang   Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.

f.   Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.

g. Peraturan daerah kabupaten serta peraturan dan atau keputusan bupati yang ada hubungannya dengan RPJM Daerah dan RPJMDes.

 

 

 


BAB  II

GAMBARAN UMUM DESALUBUK BAYAS

2.1    Sejarah Desa

         2.1.1 Asal Usul Desa  / Legenda Desa

 

Desa Lubuk Bayas mempunyai sejarah tersendiri sesuai denan seiring perkembangan masyarakat Desa Lubuk Bayas merupakan Pemerintahan yang berdiri sejak zaman kekuasaan kesultanan serdang yang pada mulanya terdiri dari beberapa kampung yang di pimpin oleh  seorang penghulu antara lain Kampung Bayas, Kampung Mandailing dan Kampung Tongah.

Dan asal – asul menjadi nama Kampung Lubuk Bayas ada dua persi atau dua pendapat dari orang tua penduduk  Lubuk Bayas Pertama Lubuk Bayas ini dinamakan oleh banyaknya pohon bayas yang tumbuh di rawa – rawa. Pohonnya itu seperti pohon nibung tetapi saat ini sudah tidak ada lagi pohon tersebut namanya tinggal nama yang diabadikan menjadi nama sebuah Desa dengan arti ( Biar diingat oleh anak cucu  disini dulu banyak pohon bayas).  Kedua  Lubuk Bayas adalah dikarenakan oleh masyarakat sekitar Desa terdekat Lubuk Bayas merupakan lumbung padi yang banyak menghasilkan padi yang diolah menjadi beras. Maka ada seorang  pemuka masyarakat di desa saat itu ia tidak dapat menyebutkan huruf 5 degan jelas beas ia bilan bayas ( dengan bahasa banjar ) maka desa dengan nama Lubuk Bayas dengan arti Lumbung Beras.

 

2.1.2    Sejarah Pemerintahan Desa

Perjalanan sejarah pemerintahan  Desa Lubuk Bayas dapat dibagi beberapa periode perkembangan antara lain : 

  • Periode Masa Kerajaan / Kesultanan / Penjajahan Belanda tahun 1917 s/d 1942
  • Periode Masa Jepang Tahun 1942 s/d 1945
  • Periode Masa Kemerdekaan 1945 s/d Sekarang

          Desa Lubuk Bayas pada awalnya pernyatan dari bebera kampung menjadi satu kampung yang disepakati menjadi nama kampung Lubuk ayas dan di bagi menjadi 6 lorong atau 6 dusun pada mulanya  tetapi dengan perkembangan pemerintahan orde baru Kampung Lubuk Bayas diubah menjadi nama sebuah Desa yaitu Menjadi Desa Lubuk Bayas dan Jumlah Dusun yang dulu 6 Dusun di rubah menjadi 4 Dusun.

          Adapun yang pernah menjabat menjadi Kepala Desa Lubuk Bayas adalah :

  • Bapak Kasir
  • Bapak Janterak
  • Bapak H. Jahari
  • Bapak Drs. Jalaluddin
  • Bapak Abd. Muis
  • Bapak Karimuddin, S.Pd ( Plt )
  • Bapak Rulizar, SE  ( sekarang )

Desa Lubuk Bayas pada saat ini lebih menitikberatkan pada sekotr pembangunan pertanian dan  insfratruktur baik jalan dan lain – lain serta menggalakan bergang suara

 

2.1.3    Sejarah Perkembangan Desa

 

Lajunya perkembangan di Desa Lubuk Bayas melalui pemerintahan orde baru Sekitar tahun 1971 melalui pembangunan  masuk ke Desa Lubuk Bayas di bangunnya  sarana pendidikan SD Inpres dan Irigasi Desa serta jalan desa dan jalan kabupaten oleh Pemerintah Pusat maupun kabupaten begitu juga di sektor pertanan pemerintah membantu melalui program BIMAS dan KUR untuk  para petani. Adapun struktur pemerintahan desa sekarang  sbb :

 

  • Kepala Desa                                              :  RUSLIZAR, SE
  • Sekretari Desa                                           :  MISWAN
  • Kasi Pemerintahan                                      :  RIKA AMELIA
  • Kasi kesejahteraan dan pelayanan                 :  MAIMUNAH
  • Kaur Umum        dan perencanan                          :  NORMAN HASYIM  
  • Kaur Keuangan                                          : TEGUH HARIS MUNANDAR
  • Kepala Dusun I                       :  AMSORI PERANGIN ANGIN
  • Kepala Dusun II                      :  RUSLAN
  • Kepala Dusun III                    :  KARIMUDDIN
  • Kepala Dusun IV                     :  ABDUL HARIS
  • Ketua BPD                             :  M. YUSUF

          Lembaga Desa  :

  • Ketua LKMD                           :  KARIMUDDIN SPD.I

 

      2.2  KONDISI GEOGRAFIS

 

Desa Lubuk Bayas terletak di dataran tinggi dengan ketinggia 5-15 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar 300C dengan curah hujan rata-rata berkisar 200 mm/ tahun.

Desa Lubuk Bayas mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah utara berbatasan dengan Desa Naga Kisar, Pantai Cermin

Sebelah Selatan berbatasan dengan PT. Schopindo Tj. Buluh

Sebelah Timur berbatasan dengan Sei Buluh Teluk Mengkudu

Sebelah Barat berbatasan dengan Tanah Merah, Lubuk Rotan

 

Jarak Desa Lubuk Bayas dengan :

Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara (Medan) +  52 KM

Ibu Kota Kabupaten Serdang Bedagai (Sei Rampah) +  15 KM

Ibu Kota Kecamatan 14 KM

 

2.3.  PEREKONOMIAN DESA

 

Pada umumnya pendidikan yang ditamatkan oleh sebagian besar penduduk desa ini adalah SD dan SLTP. Namun demikian, sejak tahun 2000an mulai banyak penduduk yang mengenyam pendidikan SLTA, bahkan di perguruan tinggi. Meningkatnya taraf pendidikan ini dikarenakan adanya peningkatan kemampuan ekonomi penduduk untuk menyekolahkan anak-anaknya, terutama para penduduk menetap.

 

Sebagian besar penduduk Desa Lubuk Bayas bermata pencaharian sebagai petani, sebagian lainnya bekerja sebagai buruuh bangunan, berdagang, dan sebagian terkecil sebagai pegawai negeri.

 

Sekitar separo jumlah bangunan rumah penduduk masih berupa bangunan non permanen, sedangkan separoh lainnya sudah permanen. Bangunan-bangunan rumah penduduk yang non permanen. Keadaan ini menunjukkan kesejahteraan ekonomi penduduk desa yang belum merata.

 

 

2.4                      SOSIAL BUDAYA DESA

 

Kehidupan masyarakat Desa Lubuk Bayas  sangat kental dengan tradisi-tradisi peninggalan leluhur. Upacara-upacara adat yang berhubungan dengan siklus hidup manusia (lahir-dewasa/ berumah tangga – mati), seperti upacara kelahiran, khitanan, perkawinan dan upacara-upacara yang berhubungan dengan kematian, selalu dilakukan oleh warga masyarkat.

 

Kegotongroyongan masyarakat masih kuat. Kebiasaan menjenguk orang sakit (tetangga atau sanak famili) masih dilakukan oleh masyarakat. Biasanya ketika menjenguk orang sakit, bukan makanan yang dibawa, tetapi mereka mengumpulkan uang bersama-sama warga untuk kemudian disumbangkan kepada si sakit untuk meringankan beban biaya. Kebiasaan saling membantu memperbaiki rumah atau membantu tetangga yang mengadakan perhelatan juga masih dilakukan. Semua itu menggambarkan bahwa hubungan ketetanggaan di desa ini masih erat/ kuat.

 

Kesenian yang paling disukai oleh warga desa ini adalah kesenian daerah seperti kuda lumping, kasidah, marhaban dan nasid. Namun belakangan ini para pemuda cenderung lebih menyukai musik dangdut dan musik-musik modern lainnya. Kelompok-kelompok kesenian tradisional tampak mulai mengendor kegiatannya, sedangkan kelompok-kelompok kesenian medern (band dan keyboard) tampak bermunculan.

 

Kondisi kesehatan masyarakat tergolong cukup baik, terutama setelah adanya Puskesmas dan Polindes. Namun demikian, pada musim-musim tertentu warga masyarakat sering mengalami gangguan kesehatan, terutama ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) Akut. Keberadaan balita kurang gizi sudah mulai berkurang, selaras dengan semain baiknya perekonomian masyarakat. Karena digalakkannya Posyandu dan pemberian makan tambahan dan penyuluhan kesehatan.

 

Kegiatan pengamanan (siskamling) desa secara bersama tergolong masih baik meskipun tampak mulia mengendor. Kendornya kegiatan siskamling ini ditengarai di karena semakin banyak waktu yang digunakan oleh warga masyarakat untuk mencari nafkah (bekerja).

 

 

2.5                      PRASARANA DAN SARANA DESA

Di desa ini telah terhubung dengan daerah lain melalui jalan desa. Keadaan jalan desa secara cukup baik, namun apabila musim hujan tiba di beberapa tempat mengalami kerusakan jalan. Jalan Jalan Kabupaten sepanjang 5 KM dan jalan desa baru sekitar + 1100 M dari jalan Desa yang ada di Desa Lubuk Bayas.

 

PRASARANA PERHUBUNGAN

 

No

Jenis Prasarana

Kuantitas/ Panjang

Keterangan

1

Jalan Kabupaten

5 KM

Ada

2

Jalan Desa

21 KM

Sebagian rusak

3

Jalan Dusun / Kampung

12 KM

Rusak ringan

4

Jembatan

6 Unit

Baik

 

 

Sarana transportasi yang paling banyak digunakan warga masyarakat adalah sepeda motor. Di desa ini belum ada sarana transportasi umum, seperti bus, mikrolet atau sejenisnya.

Jaringan litrik dari PLN sudah tersedia di desa ini, sehingga hampir semua rumah tangga menggunakan tenaga listrik untuk memenuhi keperluan penerangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Beberapa rumah tangga semakin banyak yang menggunakan pompa listrik untuk mengambil air sumur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.6.  PEMERINTAHAN UMUM

 

Penduduk Desa 4.026 jiwa sampai bulan Januari 2018, merupakan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 924 KK. Dengan luas pemukiman 44 Ha. Dengan perincian penggunaan lahan pertanian sawah 403 Ha lahan pertanian bukan sawah 12 Ha dan lahan non pertanian 7 Ha.

Rincian : Laki-laki          :  1990 jiwa

            Perempuan      :  2.036 jiwa  

            Jumlah            : 4.026  jiwa

Sumber Air Bersih Penduduk adalah berasal dari Pompa Listrik. Kepadatan Penduduk rata-rata +  33 %.

Ä  Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

1.   Wiraswasta        =    401   orang

2.   Petani                =    503   orang

3.   Buruh Tani         =    121   orang

4.   Pegawai Negeri   =      11   orang

5.   Pedagang           =    402   orang

6.   Dll                    =  1.110   orang

 

Ä  Jumlah Penduduk Berdasarkan  Agama

1.   Islam                =  4.026   orang

2.   Kristen               =        -   orang

3.   Katolik               =        -   orang

 

Ä  Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan

1.   Pasca Sarjana                        =         -   orang

2.   Sarjana / Diploma                  =     502   orang

3.   SLTA/ sederajat                     =     497   orang

4.   SLTP/sederajat                      =     593   orang

5.   SD/ Sederajat                        =   1.322   orang

6.   Tidak tamat SD / tidak sekolah =       72   orang

 

Ä  Berdasarkan Suku Dominan

  1.  Melayu                  = 905           orang
  2. Batak                     = 102           orang
  3. Jawa                      = 700           orang
  4. Kalimantan              = 1.983         orang
  5. Karo                       =    86          orang
  6. Mandailing               =    16                   orang
  7. Banten                    =      5                   orang
  8. Lainnya                   =    57                   orang

 

    

 

 

 

 

Ä  Jenis Bangunan Rumah

1.   Permanen          =    429   unit

2.   Semi Permanen   =    375   unit

3.   Tidak permanen  =      98   unit

4.   Tidak layak huni  =      32   unit

 

Ä  Tempat Ibadah

1.   Mesjid               =       3   unit

2.   Musholla            =       6   unit

3.   Gereja (Kristen)   =        -   unit

4.   Gereja (Katolik)   =        -   unit

 

Ä  Jumlah Sekolah

1.   SD/ MI              =       1   unit

-  SD Negeri        =       1   unit

2.   MTs                  =       1   unit

3.   TK/PAUD           =          3  Unit

 

D.  POTENSI DESA

a.  Pertanahan

- Tanah sawah irigasi 395  Ha

-  Sawah tadah hujan 8 Ha

 

b.  Peternakan

1.   Kerbau              =      71   ekor

2.   Babi                  =        -   ekor

3.   Ayam                =   2004   ekor

4.   Bebek               =  6.284   ekor

5.   Kambing            =    384   ekor

6.   Lembu              =    322   ekor

 

 

 

 

 

Komentar atas Profil Desa

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Lubuk Bayas

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung